Thursday, 20 February 2014

Hukum Oral Seks dan posisi 69 dalam Islam

Hukum Oral Seks dan posisi 69 dalam IslamPertanyaan: Assalamu’alikum
Maaf ustadz, saya mau bertanya tentang hukum oral seks atau mencium kemaluan pasangan baik untuk suami ataupun sebaliknya. Lalu bagaimana dengan oral seks dengan posisi *maaf posisi seks 69? Apakah itu dibolehkan?
Terima kasih atas jawabannya.

siFulan@gmail.com

Jawaban:

Bismillahirrahmanirrahim.

Hubungan seksual antara pasangan suami istri bukanlah hal yang terlarang untuk dibicarakan didalam Islam. Namun, bukan pula hal yang dibebaskan sedemikian rupa bak layaknya seekor hewan yang berhubungan dengan sesamanya.

Hubungan seks yang baik dan benar, yang tidak melanggar syariat selain merupakan puncak keharmonisan suami istri serta penguat perasaan cinta dan kasih sayang diantara mereka berdua maka ia juga termasuk suatu ibadah disisi Allah swt, sebagaimana sabda Rasulullah saw,

”..dan bersetubuh dengan istri juga sedekah. Mereka bertanya,’Wahai Rasulullah, apakah jika diantara kami menyalurkan hasrat biologisnya (bersetubuh) juga mendapat pahala?’ Beliau menjawab,’Bukankah jika ia menyalurkan pada yang haram itu berdosa?, maka demikian pula apabila ia menyalurkan pada yang halal, maka ia juga akan mendapatkan pahala.” (HR. Muslim)

Islam memandang seks sebagai sesuatu yang moderat sebagaimana karakteristik dari islam itu sendiri. Ia tidaklah dilepas begitu saja sehingga manusia bisa berbuat sebebas-bebasnya dan juga tidak diperketat sedemikian rupa sehingga menjadi suatu pekerjaan yang membosankan.

Pertanyaan tentang Jima’ dengan cara oral seks selalu menjadi primadona selama ini. Apakah tabu atau tidak. Tahukah Anda bahwa dalam Islam sebelum melakukan hubungan seks, kita dianjurkan untuk melakukan foreplay (mula’abah) atau permainan pendahuluan?

Ini dianjurkan agar hubungan seksual yang dilakukan tidak menyerupai hubungan seksual yang dilakukan oleh binatang. Tanpa pemanasan. Sehingga diharapkan tidak ada pihak yang tersakiti. Dan sangat diharapkan kedua belah pihak untuk bisa menikmatinya. Salah satu bentuk foreplay dalam pengetahuan seksualitas modern yaitu tadi oral seks, atau mencium farj (kemaluan) pasangan baik istri kepada suaminya ataupun sebaliknya. Dan lebih ‘ekstrim’ lagi yaitu dengan oral seks dengan posisi 69.

Lalu bagaimana kita menyikapi hal tersebut?
Para ulama berbeda pendapat dalam menyikapi masalah tersebut (oral seks). Ada yang membolehkan, namun ada yang memakruhkan dan condong untuk melarangnya.

1. Dibolehkan dengan syarat

Dibolehkan karena pada dasarnya segala sesuatu itu boleh (mubah) kecuali ada dalil yang melarangnya. Dan memang hal ini tidak bisa dihukumi sebagai perbuatan yang haram, karena tidak adanya dalil yang eksplisit yang mengharamkannya.

Seperti halnya jimak (bersetubuh) hingga orgasme dibolehkan karena itu adalah puncak kenikmatan, maka dibolehkan pula kenikmatan-kenikmatan yang didapat (meski tidak mencapai orgasme) yaitu cumbu rayu, berpelukan, mencium hingga oral yang membuat suami-istri saling menikmati.

Allah Berfirman dalam Al Quran:
”Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, Maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.” (QS. Al Baqoroh : 223)
Namun apabila oral seks ternyata telah terbukti membawa dampak bahaya bagi pasangan, seperti contoh oral seks yang mengakibatkan pasangan sakit atau tertimpa bahaya (mungkin karena kotor karena adanya najis atau adanya cairan yang berbau keluar dari farj) maka hal tersebut masuk pada kategori larangan dan tidak boleh dilakukan.

2. Makruh dan condong pada larangan.

Yang berpendapat tentang larangan oral seks dan termasuk didalam kategori tersebut adalah posisi 69 (maaf, posisi dimana pasangan saling berhadapan namun berlawanan arah kepala) karena hal tersebut menyalahi kodrat dan fitrah manusia sebagai hamba yang diberi akal fikiran yang lebih tinggi derajatnya dari binatang. Sebab manusia diberi lisan untuk membaca al Quran dan bertutur kata yang baik, maka tidak tepat jika digunakan untuk mencium ‘sesuatu’ yang bisa mengeluarkan najis (kencing, haid, madzi dst)

Tentu kita tidak akan pernah menemukan sepasang hewan yang melakukan hal tersebut, namun ternyata manusia banyak yang melakukan bahkan gemar dan menjadi cara yang populer dikalangan masyarakat saat ini.

Hal tersebut bisa terjadi karena pengaruh kehidupan masyarakat barat. Masyarakat Barat adalah masyarakat liberal (serba bebas) termasuk dalam urusan seksual. Tujuan akhir yang mereka cari hanyalah kepuasan, dalam hal ini orgasme. Jika pemanasan dalam Islam adalah agar farj istri siap dimasuki farj suami, maka Barat tidak mengharuskan jalan ini. Jika dengan dimasukkan dubur wanita/ pria atau mulut wanita/ pria bisa tercapai kepuasan, maka hal itu akan dilakukan. Itulah sebabnya kenapa posisi 69 menjadi pilihan masyarakat barat, khususnya kaum gay dan lesbian.

Jika dalam kehidupan sehari-hari saja kita dilarang untuk bersikap tasyabuh (ikut-ikutan), maka apalagi dalam masalah jimak yang mana didalamnya islam menjunjung tinggi fitrah manusia yang diberi akal fikiran, tentu dilarang pula untuk bertasyabuh dengan mereka. Wallahua’lam

Kesimpulan:

Cara seks dengan oral dan juga termasuk didalamnya posisi 69 pada hakikatnya adalah boleh.Namun meskipun hal itu mubah, tetapi lebih afdhol dan lebih baiknya ditinggalkan.

Pada dasarnya sepasang suami-istri boleh bersenang-senang dengan saling menikmati seluruh badan antara satu sama lainnya kecuali jika ada dalil yang melarangnya. Akan tetapi perbuatan tersebut tidak disukai (makruh) karena masih ada cara lain yang lebih baik dan menyenangkan.

Di lain sisi jika seks oral membawa dampak bahaya bagi pasangan, maka sudah seharusnya dijauhi karena mengingat Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam pernah  bersabda:
لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ
"Tidak boleh memulai memberi dampak buruk (mudhorot) pada orang lain, begitu pula membalasnya." (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3: 77, Al Baihaqi 6: 69, Al Hakim 2: 66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih).

Onani dalam Islam


Hukum Onani dalam IslamMasalah yang berkaitan dengan onani atau dalam bahasa arabnya disebut istimna` banyak dibahas oleh para ulama. Sebagian besar ulama mengharamkannya namun ada juga yang membolehkannya.



1. Yang mengharamkan

Umumnya para ulama yang mengharamkan onani berpegang kepada firman Allah SWT :
"Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya kecuali terhadap isterinya atau hamba sahayanya, mereka yang demikian itu tidak tercela. Tetapi barangsiapa mau selain yang demikian itu, maka mereka itu adalah orang-orang yang melewati batas." (Al-Mu'minun: 5-7).

Mereka memasukkan onani sebagai perbuatan tidak menjaga kemaluan.
Dalam kitab Subulus Salam juz 3 halaman 109 disebutkan hadits yang berkaitan dengan anjuran untuk menikah :

Rasulullah SAW telah bersabda kepada kepada kami,"Wahai para pemuda, apabila siapa diantara kalian yangtelah memiliki baah (kemampuan) maka menikahlah, kerena menikah itu menjaga pandangan dan kemaluan. Bagi yang belum mampu maka puasalah, karena puasa itu sebagai pelindung. HR Muttafaqun `alaih.

Di dalam keterangannya dalam kitab Subulus Salam, Ash-Shan`ani menjelaskan bahwa dengan hadits itu sebagian ulama Malikiyah mengharamkan onani dengan alasan bila onani dihalalkan, seharusnya Rasulullah SAW memberi jalan keluarnya dengan onani saja karena lebih sederhana dan mudah. Tetapi Beliau malah menyuruh untuk puasa.

Sedangkan Imam Asy-Syafi`i mengharamkan onani dalam kitab Sunan Al-Baihaqi Al-Kubro jilid 7 halaman 199 dalam Bab Onani ketika menafsirkan ayat Al-Quran surat Al-Mukminun ...Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya.
Begitu juga dalam kitab beliau sendiri Al-Umm juz 5 halaman 94 dalam bab Onani.

Imam Ibnu Taymiyah ketika ditanya tentang hukum onani beliau mengatakan bahwa onani itu hukum asalnya adalah haram dan pelakunya dihukum ta`zir, tetapi tidak seperti zina.
Namun beliau juga mengatakan bahwa onani dibolehkan oleh sebagian shahabat dan tabiin karena hal-hal darurrat seperti dikhawatirkan jatuh ke zina atau akan menimbulkan sakit tertentu. Tetapi tanpa alasan darurat, beliau (Ibnu Taymiyah) tidak melihat adanya keringanan untuk memboleh onani.

2. Yang membolehkan

Diantara para ulama yang membolehkan istimna` antara lain Ibnu Abbas, Ibnu Hazm dan Hanafiyah dan sebagian Hanabilah.
Ibnu Abbas mengatakan onani lebih baik dari zina tetapi lebih baik lagi bila menikahi wanita meskipun budak.

Ada seorang pemuda mengaku kepada Ibnu Abbas,"Wahai Ibnu Abbas, saya seorang pemuda dan melihat wanita cantik. Aku mengurut-urut kemaluanku hingga keluar mani".
Ibnu Abbas berkata,"Itu lebih baik dari zina, tetapi menikahi budak lebih baik dari itu (onani).

Mazhab Zhahiri yang ditokohi oleh Ibnu Hazm dalam kitabnya Al-Muhalla juz 11 halaman 392 menuliskan bahwa Abu Muhammad berpendapat bahwa istimna` adalah mubah karena hakikatnya hanya seseorang memegang kemaluannya maka keluarlah maninya. Sedangkan nash yang mengharamkannya secara langsung tidak ada.

Sebagaimana dalam firman Allah : "Dan telah Kami rinci hal-hal yang Kami haramkan" Sedangkan onani bukan termasuk hal-hal yang dirinci tentang keharamannya maka hukumnya halal. Pendapat mazhab ini memang mendasarkan pada zahir nash baik dari Al-Quran maupun Sunnah.

Sedangkan para ulama Hanafiyah (pengikut Imam Abu Hanifah)dan sebagian Hanabilah (pengkikut mazhab Imam Ahmad) -sebagaimana tertera dalam Subulus Salam juz 3 halaman 109 dan juga dalam tafsir Al-Qurthubi juz 12 halaman 105- membolehkan onani dan tidak menjadikan hadits ini tentang pemuda yang belum mampu menikah untuk puasa diatas sebagai dasar diharamkannya onani. Berbeda dengan ulama syafi`iah dan Malikiyah. Mereka memandang bahwa onani itu dibolehkan. Alasannya bahwa mani adalah barang kelebihan. Oleh karena itu boleh dikeluarkan, seperti memotong daging lebih.

Namun sebagai cataan bahwa ada dua pendapat dari mazhab Hanabilah, sebagian mengharamkannya dan sebagian lagi membolehkannya. Bila kita periksa kitab Al-Kafi fi Fiqhi Ibni Hanbal juz 4 halaman 252 disebutkan bahwa onani itu diharamkan.

Ulama-ulama Hanafiah juga memberikan batas kebolehannya itu dalam dua perkara:

1. Karena takut berbuat zina.

2. Karena tidak mampu kawin.
Pendapat Imam Ahmad memungkinkan untuk kita ambil dalam keadaan keinginan seksual itu memuncak dan dikawatirkan akan jatuh ke dalam haram. Misalnya seorang pemuda yang sedang belajar atau bekerja di tempat lain yang jauh dari negerinya, sedang pengaruh-pengaruh di hadapannya terlalu kuat dan dia kawatir akan berbuat zina. Karena itu dia tidak berdosa menggunakan cara ini (onani) untuk meredakan bergeloranya gharizah tersebut dan supaya dia tidak berlaku congkak dan gharizahnya itu tidak menjadi ulat.

Tetapi yang lebih baik dari itu semua, ialah seperti apa yang diterangkan oleh Rasulullah s.a.w. terhadap pemuda yang tidak mampu kawin, yaitu kiranya dia mau memperbanyak puasa, dimana puasa itu dapat mendidik beribadah, mengajar bersabar dan menguatkan kedekatan untuk bertaqwa dan keyakinan terhadap penyelidikan (muraqabah) Allah kepada setiap jiwa seorang mu'min.

Untuk itu Rasuluilah s.a.w. bersabda sebagai berikut:

"Hai para pemuda! Barangsiapa di antara kamu sudah ada kemampuan, maka kawinlah sebab dia itu dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan; tetapi barangsiapa tidak mampu, maka hendaknya ia berpuasa, sebab puasa itu baginya merupakan pelindung." (Riwayat Bukhari).

Sedangkan dari sisi kesehatan, umumnya para dokter mengatakan bahwa onani itu tidak berbahaya secara langsung. Namun untuk lebih jelasnya silakan langsung kepada para dokter yang lebih menguasai bidang ini.

Kisah Nabi Sulaiman Alaihi salam

NABI SULAIMAN AS | Nabi Sulaiman adalah salah seorang putera Nabi Daud. Sejak ia masih kanak-kanak berusia sebelas tahun, ia sudah menampakkan tanda-tanda kecerdasan, ketajaman otak, kepandaian berfikir serta ketelitian di dalam mempertimbangkan dan mengambil sesuatu keputusan.


Nabi Sulaiman Seorang Juri
Sewaktu Daud, ayahnya menduduki tahta kerajaan Bani Isra'il ia selalu mendampinginnya dalam tiap-tiap sidang peradilan yang diadakan untuk menangani perkara-perkara perselisihan dan sengketa yang terjadi di dalam masyarakat. Ia memang sengaja dibawa oleh Daud, ayahnya menghadiri sidang-sidang peradilan serta menyekutuinya di dalam menangani urusan-urusan kerajaan untuk melatihnya serta menyiapkannya sebagai putera mahkota yang akan menggantikanya memimpin kerajaan, bila tiba saatnya ia harus memenuhi panggilan Ilahi meninggalkan dunia yang fana ini. Dan memang Sulaimanlah yang terpandai di antara sesama saudara yang bahkan lebih tua usia daripadanya.
Suatu peristiwa yang menunjukkan kecerdasan dan ketajaman otaknya iaitu terjadi pada salah satu sidang peradilan yang ia turut menghadirinya. dalam persidangan itu dua orang datang mengadu meminta Nabi Daud mengadili perkara sengketa mereka, iaitu bahawa kebun tanaman salah seorang dari kedua lelaki itu telah dimasuki oleh kambing-kambing ternak kawannya di waktu malam yang mengakibatkan rusak binasanya perkarangannya yang sudah dirawatnya begitu lama sehingga mendekati masa menuainya. Kawan yang diadukan itu mengakui kebenaran pengaduan kawannya dan bahawa memang haiwan ternakannyalah yang merusak-binasakan kebun dan perkarangan kawannya itu.

Dalam perkara sengketa tersebut, Daud memutuskan bahawa sebagai ganti rugi yang dideritai oleh pemilik kebun akibat pengrusakan kambing-kambing peliharaan tetangganya, maka pemilik kambing-kambing itu harus menyerahkan binatang peliharaannya kepada pemilik kebun sebagai ganti rugi yang disebabkan oleh kecuaiannya menjaga binatang ternakannya. Akan tetapi Sulaiman yang mendengar keputusan itu yang dijatuhkan oleh ayahnya itu yang dirasa kurang tepat berkata kepada si ayah: "Wahai ayahku, menurut pertimbanganku keputusan itu sepatut berbunyi sedemikian : Kepada pemilik perkarangan yang telah binasa tanamannya diserahkanlah haiwan ternak jirannya untuk dipelihara, diambil hasilnya dan dimanfaatkan bagi keperluannya, sedang perkarangannya yang telah binasa itu diserahkan kepada tetangganya pemilik peternakan untuk dipugar dan dirawatnya sampai kembali kepada keadaan asalnya, kemudian masing-masing menerima kembali miliknya, sehingga dengan cara demikian masing-masing pihak tidak ada yang mendapat keuntungan atau kerugian lebih daripada yang sepatutnya."

Kuputusan yang diusulkan oleh Sulaiman itu diterima baik oleh kedua orang yang menggugat dan digugat dan disambut oleh para orang yang menghadiri sidang dengan rasa kagum terhadap kecerdasan dan kepandaian Sulaiman yang walaupun masih muda usianya telah menunjukkan kematangan berfikir dan keberanian melahirkan pendapat walaupun tidak sesuai dengan pendapat ayahnya.
Peristiwa ini merupakan permulaan dari sejarah hidup Nabi Sulaiman yang penuh dengan mukjizat kenabian dan kurnia Allah yang dilimpahkan kepadanya dan kepada ayahnya Nabi Daud.

Sulaiman Menduduki Tahta Kerajaan Ayahnya
Sejak masih berusia muda Sulaiman telah disiapkan oleh Daud untuk menggantikannya untuk menduduki tahta singgahsana kerajaan Bani Isra'il.
Abang Sulaiman yang bernama Absyalum tidak merelakan dirinya dilangkahi oleh adiknya .Ia beranggapan bahawa dialah yang sepatutnya menjadi putera mahkota dan bukan adiknya yang lebih lemah fizikalnya dan lebih muda usianya srta belum banyak mempunyai pengalaman hidup seperti dia. Kerananya ia menaruh dendam terhadap ayahnya yang menurut anggapannya tidak berlaku adil dan telah memperkosa haknya sebagai pewaris pertama dari tahta kerajaan Bani Isra'il.

Absyalum berketetapan hati akan memberotak terhadap ayahnya dan akan berjuang bermati-matian untuk merebut kekuasaan dari tangan ayahnya atau adiknya apa pun yang harus ia korbankan untuk mencapai tujuan itu. Dan sebagai persiapan bagi rancangan pemberontakannya itu, dari jauh-jauh ia berusaha mendekati rakyat, menunjukkan kasih sayang dan cintanya kepada mereka menolong menyelesaikan masalah-masalah yang mereka hadapi serta mempersatukan mereka di bawah pengaruh dan pimpinannya. Ia tidak jarang bagi memperluaskan pengaruhnya, berdiri didepan pintu istana mencegat orang-orang yang datang ingin menghadap raja dan ditanganinya sendiri masalah-masalah yang mereka minta penyelesaian.

Setelah merasa bahawa pengaruhnya sudah meluas di kalangan rakyat Bani Isra'il dan bahawa ia telah berhasil memikat hati sebahagian besar dari mereka, Absyalum menganggap bahawa saatnya telah tiba untuk melaksanakan rencana rampasan kuasa dan mengambil alih kekuasaan dari tangan ayahnya dengan paksa. Lalu ia menyebarkan mata-matanya ke seluruh pelosok negeri menghasut rakyat dan memberi tanda kepada penyokong-penyokong rencananya, bahawa bila mereka mendengar suara bunyi terompet, maka haruslah mereka segera berkumpul, mengerumuninya kemudian mengumumkan pengangkatannya sebagai raja Bani Isra'il menggantikan Daud ayahnya.

Syahdan pada suatu pagi hari di kala Daud duduk di serambi istana berbincang-bincang dengan para pembesar dan para penasihat pemerintahannya, terdengarlah suara bergemuruh rakyat bersorak-sorai meneriakkan pengangkatan Absyalum sebagai raja Bani Isra'il menggantikan Daud yang dituntut turun dari tahtanya. Keadaan kota menjadi kacau-bilau dilanda huru-hara keamanan tidak terkendalikan dan perkelahian terjadi di mana-mana antara orang yang pro dan yang kontra dengan kekuasaan Absyalum.

Nabi Daud merasa sedih melihat keributan dan kekacauan yang melanda negerinya, akibat perbuatan puterannya sendiri. Namun ia berusaha menguasai emosinya dan menahan diri dari perbuatan dan tindakan yang dapat menambah parahnya keadaan. Ia mengambil keputusan untuk menghindari pertumpahan darah yang tidak diinginkan, keluar meninggalkan istana dan lari bersama-sama pekerjanya menyeberang sungai Jordan menuju bukit Zaitun. Dan begitu Daud keluar meninggalkan kota Jerusalem, masuklah Absyalum diiringi oleh para pengikutnya ke kota dan segera menduduki istana kerajaan. Sementara Nabi Daud melakukan istikharah dan munajat kepada Tuhan di atas bukit Zaitun memohon taufiq dan pertolongan-Nya agar menyelamatkan kerajaan dan negaranya dari malapetaka dan keruntuhan akibat perbuatan puteranya yang durhaka itu.

Setelah mengadakan istikharah dan munajat yang tekun kepada Allah, akhirnya Daud mengambil keputusan untuk segera mengadakan kontra aksi terhadap puteranya dan dikirimkanlah sepasukan tentera dari para pengikutnya yang masih setia kepadanya ke Jerusalem untuk merebut kembali istana kerajaan Bani Isra'il dari tangan Absyalum. Beliau berpesan kepada komandan pasukannya yang akan menyerang dan menyerbu istana, agar bertindak bijaksana dan sedapat mungkin menghindari pertumpahan darah dan pembunuhan yang tidak perlu, teristimewa mengenai Absyalum, puteranya, ia berpesan agar diselamatkan jiwanya dan ditangkapnya hidup-hidup. Akan tetapi takdir telah menentukan lain daripada apa yang si ayah inginkan bagi puteranya. Komandan yang berhasil menyerbu istana tidak dapat berbuat lain kecuali membunuh Absyalum yang melawan dan enggan menyerahkan diri setelah ia terkurung dan terkepung.

Dengan terbunuhnya Absyalum kembalilah Daud menduduki tahtanya dan kembalilah ketenangan meliputi kota Jerusalem sebagaimana sediakala. Dan setelah menduduki tahta kerajaan Bani Isra'il selama empat puluh tahun wafatlah Nabi Daud dalam usia yang lanjut dan dinobatkanlah sebagai pewarisnya Sulaiman sebagaimana telah diwasiatkan oleh ayahnya.

Kekuasaan Sulaiman Atas Jin dan Makhluk Lain
Nabi Sulaiman yang telah berkuasa penuh atas kerajaan Bani Isra'il yang makin meluas dan melebar, Allah telah menundukkan baginya makhluk-makhluk lain, iaitu Jin angin dan burung-burung yang kesemuanya berada di bawah perintahnya melakukan apa yang dikehendakinya dan melaksanakan segala komandonya. Di samping itu Allah memberinya pula suatu kurnia berupa mengalirnya cairan tembaga dari bawah tanah untuk dimanfaatkannya bagi karya pembangunan gedung-gedung, perbuatan piring-piring sebesar kolam air, periuk-periuk yang tetap berada diatas tungku yang dikerjakan oleh pasukan Jin-Nya.

Sebagai salah satu mukjizat yang diberikan oleh Allah kepada Sulaiman ialah kesanggupan beliau menangkap maksud yang terkandung dalam suara binatang-binatang dan sebaliknya binatang-binatang dapat pula mengerti apa yang ia perintahkan dan ucapkan.
Demikianlah maka tatkala Nabi Sulaiman berpergian dalam rombongan kafilah yang besar terdiri dari manusia, jin dan binatang-binatang lain, menuju ke sebuah tempat bernama Asgalan ia melalui sebuah lembah yang disebut lembah semut. Disitu ia mendengar seekor semut berkata kepada kawan-kawannya: "Hai semut-semut, masuklah kamu semuanya ke dalam sarangmu, agar supaya kamu selamat dan tidak menjadi binasa diinjak oleh Sulaiman dan tenteranya tanpa ia sedar dan sengaja.

Nabi Sulaiman tersenyum tertawa mendengar suara semut yang ketakutan itu. Ia memberitahu hal itu kepada para pengikutnya seraya bersyukur kepada Allah atas kurnia-Nya yang menjadikan ia dapat mendengar serta menangkap maksud yang terkandung dalam suara semut itu. Ia merasa takjud bahawa binatang pun mengerti bahawa nabi-nabi Allah tidak akan mengganggu sesuatu makhluk dengan sengaja dan dalam keadaan sedar.

Sulaiman dan Ratu Balqis
Setelah Nabi Sulaiman membangunkan Baitulmaqdis dan melakukan ibadah haji sesuai dengan nadzarnya pergilah ia meneruskan perjalannya ke Yeman. Setibanya di San'a - ibu kota Yeman ,ia memanggil burung hud-hud sejenis burung pelatuk untuk disuruh mencari sumber air di tempat yang kering tandus itu. Ternyata bahawa burung hud-hud yang dipanggilnya itu tidak berada diantara kawasan burung yang selalu berada di tempat untuk melakukan tugas dan perintah Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman marah dan mengancam akan mengajar burung Hud-hud yang tidak hadir itu bila ia datang tanpa alasan dan uzur yang nyata.

Berkata burung Hud-hud yang hinggap didepan Sulaiman sambil menundukkan kepala ketakutan:: "Aku telah melakukan penerbangan pengintaian dan menemukan sesuatu yang sangat penting untuk diketahui oleh paduka Tuan. Aku telah menemukan sebuah kerajaan yang besar dan mewah di negeri Saba yang dikuasai dan diperintah oleh seorang ratu. Aku melihat seorang ratu itu duduk di atas sebuah tahta yang megah bertaburkan permata yang berkilauan. Aku melihat ratu dan rakyatnya tidak mengenal Tuhan Pencipta alam semesta yang telah mengurniakan mereka kenikmatan dan kebahagian hidup. Mereka tidak menyembah dan sujud kepada-Nya, tetapi kepada matahari. Mereka bersujud kepadanya dikala terbit dan terbenam. Mereka telah disesatkan oleh syaitan dari jalan yang lurus dan benar."

Berkata Sulaiman kepada Hud-hud: "Baiklah, kali ini aku ampuni dosamu kerana berita yang engkau bawakan ini yang aku anggap penting untuk diperhatikan dan untuk mengesahkan kebenaran beritamu itu, bawalah suratku ini ke Saba dan lemparkanlah ke dalam istana ratu yang engkau maksudkan itu, kemudian kembalilah secepat-cepatnya, sambil kami menanti perkembangan selanjutnya bagaimana jawapan ratu Saba atas suratku ini."
HUd-hud terbang kembali menuju Saba dan setibanya di atas istana kerajaan Saba dilemparkanlah surat Nabi Sulaiman tepat di depan ratu Balqis yang sedang duduk dengan megah di atas tahtanya. Ia terkejut melihat sepucuk surat jatuh dari udara tepat di depan wajahnya. Ia lalu mengangkat kepalanya melihat ke atas, ingin mengetahui dari manakah surat itu datang dan siapakah yang secara kurang hormat melemparkannya tepat di depannya. Kemudian diambillah surat itu oleh ratu, dibuka dan baca isinya yang berbunyi: "Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, surat ini adalah daripadaku, Sulaiman. Janganlah kamu bersikap sombong terhadapku dan menganggap dirimu lebih tinggi daripadaku. Datanglah sekalian kepadaku berserah diri."

Setelah dibacanya berulang kali surat Nabi Sulaiman Ratu Balqis memanggil para pembesarnya dan para penasihat kerajaan berkumpul untuk memusyawarahkan tindakan apa yang harus diambil sehubungan dengan surat Nabi Sulaiman yang diterimanya itu.
Berkatlah para pembesar itu ketika diminta petimbangannya: "Wahai paduka tuan ratu, kami adalah putera-putera yang dibesarkan dan dididik untuk berperang dan bertempur dan bukan untuk menjadi ahli pemikir atau perancang yang patut memberi pertimbangan atau nasihat kepadamu. Kami menyerahkan kepadamu untuk mengambil keputusan yang akan membawa kebaikan bagi kerajaan dan kami akan tunduk dan melaksanakan segala perintah dan keputusanmu tanpa ragu. Kami tidak akan gentar menghadapi segala ancaman dari mana pun datangnya demi menjaga keselamatanmu dam keselamatan kerajaanmu."

Ratu Balqis menjawab: "Aku memperoleh kesan dari uraianmu bahwa kamu mengutamakan cara kekerasan dan kalau perlu kamu tidak akan gentar masuk medan perang melawan musuh yang akan menyerbu. Aku sangat berterima kasih atas kesetiaanmu kepada kerajaan dan kesediaanmu menyabung nyawa untuk menjaga keselamatanku dan keselamatan kerajaanku. Akan tetapi aku tidak sependirian dengan kamu sekalian. Menurut pertimbanganku, lebih bijaksana bila kami menempuh jalan damai dan menghindari cara kekerasan dan peperangan. Sebab bila kami menentang secara kekerasan dan sampai terjadi perang dan musuh kami berhasil menyerbu masuk kota-kota kami, maka nescaya akan berakibat kerusakan dan kehancuran yang sgt menyedihkan. Mereka akan menghancur binasakan segala bangunan, memperhambakan rakyat dan merampas segala harta milik dan peninggalan nenek moyang kami. Hal yang demikian itu adalah merupakan akibat yang wajar dari tiap peperangan yang dialami oleh sejarah manusia dari masa ke semasa. Maka menghadapi surat Sulaiman yang mengandung ancaman itu, aku akan cuba melunakkan hatinya dengan mengirimkan sebuah hadiah kerajaan yang akan terdiri dari barang-barang yang berharga dan bermutu tinggi yang dapat mempesonakan hatinya dan menyilaukan matanya dan aku akan melihat bagaimana ia memberi tanggapan dan reaksi terhadap hadiahku itu dan bagaimana ia menerima utusanku di istananya.

Selagi Ratu Balgis siap-siap mengatur hadiah kerajaan yang akan dikirim kepada Sulaiman dan memilih orang-orang yang akan menjadi utusan kerajaan membawa hadiah, tibalah hinggap di depan Nabi Sulaiman burung pengintai Hud-hud memberitakan kepadanya rancangan Balqis untuk mengirim utusan membawa hadiah baginya sebagai jawaban atas surat beliau kepadanya.
Setelah mendengar berita yang dibawa oleh Hud-hud itu, Nabi Sulaiman mengatur rencana penerimaan utusan Ratu Balqis dan memerintahkan kepada pasukan Jinnya agar menyediakan dan membangunkan sebuah bangunan yang megah yang tiada taranya ya akan menyilaukan mata perutusan Balqis bila mereka tiba.

Tatkala perutusan Ratu Balqis datang, diterimalah mereka dengan ramah tamah oleh Sulaiman dan setelah mendengar uraian mereka tentang maksud dan tujuan kedatangan mereka dengan hadiah kerajaan yang dibawanya, berkatalah Nabi Sulaiman: "Kembalilah kamu dengan hadiah-hadiah ini kepada ratumu. Katakanlah kepadanya bahawa Allah telah memberiku rezeki dan kekayaan yang melimpah ruah dan mengurniaiku dengan kurnia dan nikmat yang tidak diberikannya kepada seseorang drp makhluk-Nya. Di samping itu aku telah diutuskan sebagai nabi dan rasul-Nya dan dianugerahi kerajaan yang luas yang kekuasaanku tidak sahaja berlaku atas manusia tetapi mencakup juga jenis makhluk Jin dan binatang-binatang. Maka bagaimana aku akan dapat dibujuk dengan harta benda dan hadiah serupa ini? Aku tidak dapat dilalaikan dari kewajiban dakwah kenabianku oleh harta benda dan emas walaupun sepenuh bumi ini. Kamu telah disilaukan oleh benda dan kemegahan duniawi, sehingga kamu memandang besar hadiah yang kamu bawakan ini dan mengira bahawa akan tersilaulah mata kami dengan hadiah Ratumu. Pulanglah kamu kembali dan sampaikanlah kepadanya bahawa kami akan mengirimkan bala tentera yang sangat kuat yang tidak akan terkalahkan ke negeri Saba dan akan mengeluarkan ratumu dan pengikut-pengikutnya dari negerinya sebagai- orang-orang yang hina-dina yang kehilangan kerajaan dan kebesarannya, jika ia tidak segera memenuhi tuntutanku dan datang berserah diri kepadaku."

Perutusan Balqis kembali melaporkan kepada Ratunya apa yang mereka alami dan apa yang telah diucapkan oleh Nabi Sulaiman. Balqis berfikir, jalan yang terbaik untuk menyelamatkan diri dan kerajaannya ialah menyerah saja kepada tuntutan Sulaiman dan datang menghadap dia di istananya.
Nabi Sulaiman berhasrat akan menunjukkan kepada Ratu Balqis bahawa ia memiliki kekuasaan ghaib di samping kekuasaan lahirnya dan bahwa apa yang dia telah ancamkan melalui rombongan perutusan bukanlah ancaman yang kosong. Maka bertanyalah beliau kepada pasukan Jinnya, siapakah diantara mereka yang sanggup mendatangkan tahta Ratu Balqis sebelum orangnya datang berserah diri.

Berkata Ifrit, seorang Jin yang tercerdik: "Aku sanggup membawa tahta itu dari istana Ratu Balqis sebelum engkau sempat berdiri dari tempat dudukimu. Aku adalah pesuruhmu yang kuat dan dapat dipercayai.
Seorang lain yang mempunyai ilmu dan hikmah nyeletuk berkata: "Aku akan membawa tahta itu ke sini sebelum engkau sempat memejamkan matamu."
Ketika Nabi Sulaiman melihat tahta Balqis sudah berada didepannya, berkatalah ia: Ini adalah salah satu kurnia Tuhan kepadaku untuk mencuba apakah aku bersyukur atas kurnia-Nya itu atau mengingkari-Nya, kerana barang siapa bersyukur maka itu adalah semata-mata untuk kebaikan dirinya sendiri dan barangsiapa mengingkari nikmat dan kurnia Allah, ia akan rugi di dunia dan di akhirat dan sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Mulia."

Menyonsong kedatangan Ratu Balqis, Nabi Sulaiman memerintahkan orang-orangnya agar mengubah sedikit bentuk dan warna tahta Ratu itu yang sudah berada di depannya kemudian setelah Ratu itu tiba berserta pengiring-pengiringnya, bertanyalah Nabi Sulaiman seraya menundingkan kepada tahtanya: "Serupa inikah tahtamu?" Balqis menjawab: "Seakan-akan ini adalah tahtaku sendiri," seraya bertanya-tanya dalam hatinya, bagaimana mungkin bahawa tahtanya berada di sini padahal ia yakin bahawa tahta itu berada di istana tatkala ia bertolak meninggalkan Saba.

Selagi Balgis berada dalam keadaan kacau fikiran, kehairanan melihat tahta kerajaannya sudah berpindah ke istana Sulaiman, ia dibawa masuk ke dalam sebuah ruangan yang sengaja dibangun untuk penerimaannya. Lantai dan dinding-dindingnya terbuat dari kaca putih. Balqis segera menyingkapkan pakaiannya ke atas betisnya ketika berada dalam ruangan itu, mengira bahawa ia berada di atas sebuah kolam air yang dapat membasahi tubuh dan pakaiannya.
Berkata Nabi Sulaiman kepadanya: "Engkau tidak usah menyingkap pakaianmu. Engkau tidak berada di atas kolam air. Apa yang engkau lihat itu adalah kaca-kaca putih yang menjadi lantai dan dinding ruangan ini."

"Oh,Tuhanku," Balqis berkata menyedari kelemahan dirinya terhadap kebesaran dan kekuasaan Tuhan yang dipertunjukkan oleh Nabi Sulaiman, "aku telah lama tersesat berpaling daripada-Mu, melalaikan nikmat dan kurnia-Mu, merugikan dan menzalimi diriku sendiri sehingga terjatuh dari cahaya dan rahmat-Mu. Ampunilah aku. Aku berserah diri kepada Sulaiman Nabi-Mu dengan ikhlas dan keyakinan penuh. Kasihanilah diriku wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang."

Demikianlah kisah Nabi Sulaiman dan Balqis Ratu Saba. Dan menurut sementara ahli tafsir dan ahli sejarah nabi-nabi, bahawa Nabi Sulaiman pada akhirnya kahwin dengan Balqis dan dari perkahwinannya itu lahirlah seorang putera.
Menurut pengakuan maharaja Ethiopia Abessinia, mereka adalah keturunan Nabi Sulaiman dari putera hasil perkahwinannya dengan Balqis itu. Wallahu alam bisshawab.

Wafatnya Nabi Sulaiman
Al-Quran mengisahkan bahawa tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan kematian Sulaiman kecuali anai-anai yang memakan tongkatnya yang ia sandar kepadanya ketika Tuhan mengambil rohnya. Para Jin yang sedang mengerjakan bangunan atas perintahnya tidak mengetahui bahawa Nabi Sulaiman telah mati kecuali setelah mereka melihat Nabi Sulaiman tersungkur jatuh di atas lantai, akibat jatuhnya tongkat sandarannya yang dimakan oleh anai-anai. Sekiranya para Jin sudah mengetahui sebelumnya, pasti mereka tidak akan tetap meneruskan pekerjaan yang mereka anggap sebagai seksaan yang menghinakan.

Berbagai cerita yang dikaitkan orang pada ayat yang mengisahkan matinya Nabi Sulaiman, namun kerana cerita-cerita itu tidak ditunjang dikuatkan oleh sebuah hadis sahih yang muktamad, maka sebaiknya kami berpegang saja dengan apa yang dikisahkan oleh Al-Quran dan selanjutnya Allahlah yang lebih Mengetahui dan kepada-Nya kami berserah diri.

Kisah Nabi Sulaiman dapat dibaca di dalam Al-Quran, surah An-Naml ayat 15 sehingga ayat 44 

Wednesday, 19 February 2014

Memahami Hadis Dajjal Dari Perspektif Realiti

Memahami Hadis Dajjal Dari Perspektif Realiti | Assalamualaikum..Alhamdulillah, kita berjumpa lagi kali ini dengan siri PENCERAHAN seterusnya..Pada topik kali ini saya ingin menerangkan Simbol simbol Dajjal yang terdapat pada Hadis Nabi Muhammad SAW mengikut pemahaman dan pendapat saya..InsyaAllah..sebelum saya bermula saya ingin semua pembaca tahu bahawa ini merupakan pendapat peribadi saya dan anda diberi amaran agar tidak yakin bulat bulat dengan pendapat saya ini ..dan hanya Allah SWT sahaja yang Maha mengetahui..

Nabi Muhammad SAW Sentiasa memberi amaran dan peringatan mengenai perihal Dajjal.Disini saya akan mengupas Hadis-Hadis perihal Dajjal ini agar kita boleh lebih memahaminya dari perspektif logik dan Realiti.Mengikut pendapat saya, Hadis hadis ini merupakan Simbolik dan kita diseru untuk mengunakan akal untuk berfikir dengan lebih mendalam dalam memahami dan memecahkan kod kod yang terdapat didalam hadis Perihal Dajjal ini..mari kita bermula dengan hadis yang pertama..

Dajjal bermata satu dan matanya seperti buah anggur yang menonjol keluar

Dari Ibnu Umar, Rasulullah bersabda : "Sesungguhnya Allah Ta'ala tidak buta sebelah matanya. Ketahuilah, sesungguhnya Al-Masih Ad-Dajjal itu buta sebelah matanya yang kanan, seakan-akan matanya itu buah anggur yang tersembul."
Tertulis didahinya tulisan “Kafir (Kaf-Fa-Ra)”. Tulisan ini dapat dibaca oleh setiap orang Mukmin, sama ada ia pandai membaca atau tidak, kerana ia akan dibaca oleh 'mata hati' bukannya mata luaran kita.

Mengikut pendapat saya hadis ini membawa maksud seperti Dajjal yang buta mata Hatinya, pengikut Dajjal dan juga manusia yang telah gagal dalam ujian fitnah Dajjal juga adalah buta mata hati dan buta(kejahilan) mereka tampak begitu menonjol sekali seperti buah anggur yang tersembul..kerana apabila mereka diberi peringatan mengenai Fitnah Dajjal, mereka akan menidakan kenyataan dan nasihat dengan hujah-hujah yang bodoh,dan dari situ kejahilan mereka adalah begitu ketara seperti buah anggur yang menonjol keluar dari mata Dajjal..

Nabi Muhammad SAW bersabda,
"Bertaqwalah mengikut firasat mukmin yang sejati kerana apabila dia melihat, dia melihat dengan Nur Allah"
(Hadis Riwayat at Tirmidzi)

Maka ini lah strategi yang digunakan oleh Dajjal untuk membawa manusia kepada penyakit buta mata hatiagar mereka akan tertipu dalam penilaian yang mereka buat..Mereka diuji dan mereka gagal dalam ujian Fitnah Dajjal..Dalam Hadis yang sama dikatakan Dajjal akan mempunyai tanda kafir di dahinya..maka pendapat saya adalah bahawa pengikut Dajjal adalah di dalam golongan orang kafir yang menjadi musuh Islam dan pada hari ini kita dapat lihat kumpulan yang bertungkus lumus dalam menjahanamkan Islam adalah satu kumpulan yang dikenali sebagai The Council on Foreign Relations yang berpusat di Amerika Syarikat..


(Kaf-Fa-Ra)KAFIR Pada Dahi DAJJAL







Pesawat Tempur Israel dari Kfir Brigade

Dajjal menguasai Cuaca dan iklim

" Di antara cubaan Dajjal lagi, dia memerintahkan langit menurunkan hujan, lalu hujan pun turun dari langit. Dia memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tanaman, lalu ia pun menumbuhkan tanaman, sehingga haiwan ternakan kembali pada waktu petang dalam keadaan lebih gemuk dari sebelumnya dan lebih besar kantung susunya
“Dajjal itu datang ke tempat orang-orang yang percaya kepadanya dan penduduk kampung itu mengakunya sebagai Tuhan. Disebabkan yang demikian hujan turun di tempat mereka dan tanam-tanaman mereka pun menjadi.


Pada hari ini Dajjal telah pun menguasai Cuaca dan Iklim dibumi ini..bagaimana anda bertanya?dengan Menggunakan satu senjata atau lebih dikenali sebagai HAARP (High Frequency Active Auroral Research Program) Dajjal dapat melaksanakan Gempa bumi,Ribut taufan,Hujan lebat,Kemarau atau pun Petir yang dahsyat dengan menggunakan senjata HAARP ini..



Dajjal bergerak selaju angin

"Kami bertanya:
Wahai Rasulullah! Bagaimana kepantasan perjalanannya di atas muka bumi ini? Nabi SAW menjawab, Kepantasan perjalanannya adalah seperti kepantasan “Al Ghaist” (hujan atau awan) yang dipukul oleh angin yang kencang.”
(Hadis Riwayat Muslim)

Mengikut pendapat saya Dajjal bergerak pantas selaju angin bermaksud Dajjal mempunyai teknologi untuk bergerak laju dengan menggunakan kapal terbang,siaran Television, Laptop dan handphone yang menggunakan Satelit..ini semua adalah teknologi milik Dajjal untuk bergerak atau menyampaikan infomasi miliknya ke serata dunia selaju angin..



"Dajjal akan muncul dengan menaiki keldai putih; yang jarak antara dua telinganya adalah tujuh puluh meter" 



Mengikut pendapat saya Hadis ini menerangkan bahawa kenderaan Dajjal adalah kapal terbang pengangkutan dan bukan lah haiwan keldai yang sebenar..kerana simbolik kepada Keldai adalah haiwan pengangkutan..

Dajjal meloncat dari bumi ke langit

"Dajjal akan meloncat-loncat di antara langit dan bumi" (Abu Dawud). 



Mengikut pendapat saya Hadis di atas ini bermaksud Dajjal akan mempunyai satu alat untuk keluar dari bumi dan berlegar-legar di angkasa dan pada zaman ini kita telah dapat menyaksikan Dajjal menggunkan kapal angkasa untuk keluar dari bumi dan mengexplorasi angkasa lepas



Dajjal membunuh dan menghidupkan orang

Lihatlah apa yang akan kulakukan terhadap hambaku ini, sekarang akan kuhidupkan dia semula. Dengan izin Allah orang mati tadi hidup semula. Kemudian Dajjal Laknatullah bertanya: “Siapa Tuhanmu?” Orang yang di bunuh itu, yang kebetulanya adalah orang beriman, menjawab: “Tuhanku adalah Allah, sedangkan engkau adalah musuh Allah.” Orang itu bererti lulus dalam ujian Allah dan dia termasuk orang yang paling tinggi darjatnya di syurga.”

Di zaman ini ramai diantara manusia yang telah terpedaya dengan teknologi yang digunakan oleh Dajjal..ini adalah kerana apabila seseorang itu selamat menjalani pembedahan seperti pembedahan Jantung atau buah pinggang, manusia yang lemah Iman akan terus saja memuji kepakaran teknologi atau doktor pakar yang telah menyelamatkannya dari kematian..ini adalah satu lagi ujian dari Allah SWT kepada hamba-hambanya..dan jikalau kita menjadi seperti di atas maka kita bukan sahaja telah Syirik tetapi telah gagal dan terpedaya dengan kehebatan Fitnah Dajjal..pada hari ini kita dapat lihat bagaimana manusia akan dibedah dan disambungkan semula dan ia hidup kembali..


Pembedahan jantung yang dapat menyelamatkan manusia

Lihat bagaimana Dajjal menggunakan teknologi bagi menghidupkan Manusia yang telah mati

Dajjal membawa bersama Syurga dan Neraka

Dari Hudzaifah r.a., Rasulullah SAW bersabda:
"Dajjal ialah orang yang buta sebelah matanya iaitu sebelah kiri, lebat (panjang) rambutnya yang kerinting serta dia membawa Syurga dan Neraka. Nerakanya itu merupakan Syurga dan Syurganya pula ialah Neraka bagi orang Islam dan beriman kepada Allah SWT"
(Hadis Riwayat Muslim)


Secara analoginya kita dapat lihat sekarang, syurga dunia seperti maksiat dan hiburan tanpa batasan, kemewahan, kenikmatan hidup, cintakan dunia dan pelbagai lagi adalah ibarat syurga. Dan mereka yang terpengaruh dengannya akan berseronok dan puas dengan hiburan-hiburan tersebut seperti hidup di dalam syurga. Dajjal juga mengoda pengikutnya dengan bermacam-macam alat canggih seperti komputer, handphone, mp3 player, video player dan lain-lain.Menunjukkan semua ini ibarat syurga dunia, yang sebenarnya adalah jalan ke neraka jika kita terlampau leka.lalai dan terpesona dengannya..


Dan kehidupan yang tidak bermewah, tidak berhibur dan berseronok adalah ibarat berada dalam neraka dunia sekarang. Sehinggakan mereka yang sudah biasa berseronok akan merasa bosan dan tidak puas hati jika tidak dapat berhibur, berseronok dan menikmati kemewahan duniawi. Sedangkan kehidupan yang seperti neraka dunia itu lah yang boleh membuka jalan ke syurga iaitu kehidupan yang serba sederhana, qana’ah dan zuhud dengan dunia.


Hamba Hamba Allah SWT ini lah yang akan mewarisi Syurga

Harta bumi keluar atas arahan Dajjal

"Dan ia(Dajjal) apabila melalui hutan rimba, dan ia berkata kepadanya: Keluarkanlah kekayaanmu, maka kekayaaan rimba itu mengikuti dia, bagaikan lebah mengikuti ratunya"

Dengan munculnya Revolusi perindustrian, Dajjal telah berjaya mencipta pelbagai kaedah atau peralatan untuk mengeluarkan harta-harta dari perut bumi yang sebelum ini merupakan rahsia alam dengan mudah..maka dengan teknologinya ini Dajjal dapat mengeluarkan Berlian dari bumi Afrika,Minyak dari Jazirah Arab,Getah dan Timah dari Asia dan Emas dari Amerika latin..Semua ini telah digunakan dengan sepenuhnya oleh Dajjal untuk menguasai Dunia ini..


Lombong Berlian Kimberley yang paling terkenal di Afrika


Pelantar Minyak


Kapal Korek Bijih Timah


Lombong Emas Terbesar Didunia

Wanita golongan terakhir keluar kepada Dajjal
Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Golongan terakhir yang akan keluar kepada Dajjal adalah wanita. Dan lelaki terpaksa pulang ke rumah dan perlu 'mengikat' isteri, adik-beradik dan anak mereka untuk menyelamatkan dan melindungi mereka dari Dajjal."

Maksud Hadis ini adalah wanita adalah golongan terakhir dan terpenting untuk digoda,dirosakan,dilalaikan dan diperdayakan oleh Dajjal dan lelaki yang beriman perlu mengambil peranan penting untuk menyedar dan menyelamatkan golongan wanita di zaman yang penuh dengan tipu daya Dajjal..wanita adalah golongan yang lemah dan tersangat mudah untuk diperdayakan, maka kita sebagai Ayah, Suami, Abang atau adik perlu peka dengan tanggungjawab dalam memelihara golongan wanita dari Fitnah Dajjal di zaman ini..



"Akan muncul dalam kalangan umatku di akhir zaman, kaum lelaki yang menunggang sambil duduk di atas pelana, lalu mereka turun di depan pintu-pintu masjid, Wanita-wanita mereka (isteri atau anak perempuan), berpakaian tetapi seperti bertelanjang (berpakaian nipis dan ketat). Di atas kepala mereka pula (wanita), terdapat bonggolan (sanggul atau tocang) seperti bonggol unta yang lemah gemalai. Oleh itu, laknatlah mereka semua. Sesungguhnya mereka adalah wanita-wanita yang terlaknat."
[HR Ahmad, jil. 2, ms 223]


Tipu daya Syaitan Dan Dajjal dalam pelbagai rupa


Dajjal Dajjal Kecil Sudah Pun Mengoda Wanita Kearah Mereka

Mengikut pendapat saya Dajjal akan muncul tidak lama lagi dimana beliau akan menyerupai seperti Manusia yang biasa dan bukan seperti makhluk yang pelik..lihat Gambar dibawah ini..


Rupa Dajjal Adalah Seperti Seorang Manusia Yang Biasa


Dajjal di dalam Imiginasi Umat Islam

H.R. ABU DAUD:
Daripada Tsauban ra berkata : Rasulullah saw bersabda : "Hampir tiba suatu masa di mana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang yang hendak makan mengerumuni talam hidangan mereka". Maka salah seorang sahabat bertanya, "Apakah dari kerana kami sedikit pada hari itu?" Nabi saw menjawab, "Bahkan kamu pada hari itu banyak sekali, tetapi kamu umpama buih di waktu banjir, dan Allah akan mencabut rasa gerun terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan mencampakkan ke dalam hati kamu penyakit 'wahan'. Seorang sahabat bertanya, "Apakah wahan itu wahai Rasulullah?". Nabi menjawab : "Cinta pada dunia dan takut pada mati".


Seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang yang hendak makan



Bangsa Bangsa Bersatu

Dengan semua penerangan di atas, saya berharap Saudara Saudari Islamku dapat memahami Realiti Symbolisma berkenaan Perihal Dajjal dari prespektif Logik Akal, agar kita sama sama dapat melindungi diri dari Fitnah yang paling dahsyat di zaman ini iaitu Fitnah Al Masih Ad-Dajjal yang sedang menerjah ke atas kita Umat Islam dari pelbagai arah InsyaAllah..kita juga perlu memahami rancangan yang digunakan oleh Musuh Islam agar kita tidak terpedaya dan terperangkap..Sekian Wasalam.

Sumber

Saturday, 15 February 2014

Benarkah Strepsils mengandungi Alkohol?


Benarkah Strepsils mengandungi Alkohol?


Assalamualaikum,
Sebenarnya isu penggunaan Alkohol di dalam makanan dan ubat-ubatan sudah acap kali dibincangkan. Di dalam buku Halalkah Ubat Anda? sendiri, saya cuba bincangkan secara khusus mengenai status halal haram penggunaan Alkohol di dalam ubat-ubatan.
Kali ini, saya suka kongsikan tulisan Ustaz Amri Abdulllah dari Bahagian Hub Halal, Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM)
Masyarakat hari ini masih keliru adakah arak dan alkohol itu dua perkara yang berlainan atau perkara yang sama. Arak semestinya mengandungi alkohol tetapi alkohol tidak semestinya arak. Arak adalah arak dan alkohol adalah alkohol. Ini adalah konsep yang seharusnya difahami oleh semua pihak terutamanya umat Islam.
Dalam Bahasa Arab, arak disebut sebagai khamar. Dari sudut bahasa ia memberi makna benda yang memabukkan yang diperbuatkan dari jus buahan (seperti anggur) kerana ia menutup aqal.
Ada dua jenis arak di diminum zaman Rasulullah dan selepasnya iaitu sebagai Khamar iaitu perahan dari buah tamar, anggur dan lain-lain yang diperam. Kedua dinamakan sebagai Nabiz. Nabiz adalah buahan atau hirisannya yang direndam ke dalam air sehingga rasanya meresap ke dalam air. Jumhur fuqaha’ yang terdiri daripada Mazhab Maliki, Syafi`i, dan Hanbali berpendapat meminum arak yang diperbuat daripada perahan anggur, buah-buahan atau bijirin lain, banyak atau sedikit adalah haram.
Firman Allah Surah Al-Maaidah :90 :
Wahai orang-orang Yang beriman! Bahawa Sesungguhnya arak, dan judi, dan pemujaan berhala, dan mengundi nasib Dengan batang-batang anak panah, adalah (Semuanya) kotor (keji) dari perbuatan syaitan. oleh itu hendaklah kamu menjauhinya supaya kamu berjaya.
Daripada Ibnu Umar bahawa Nabi s.a.w bersabda
Setiap yang memabukkan adalah khamar dan setiap yang memabukkan adalah haram.( HR Muslim )
Apakah alkohol? Kamus Dewan mengatakan bahawa alkohol ialah cecair yang mudah terbakar dan memabukkan. Ia terdapat di dalam minuman keras dan lain-lain. Dr. Bohari Mohd Yatim menjelaskan alkohol ialah bahan hidrokarbon yang mempunyai kumpulan fungsi –OH yang terikat pada atom karbon. Oleh itu bahan yang terkandung dalam alkohol cukup luas dan pelbagai jenis. Penakrifan lain, alkohol adalah gabungan unsur karbon, hidrogen dan oksigen. Pada kebiasaannya apabila disebut alkohol ia dirujukkan kepada ‘ethyl – alcohol, entanol atau ETON.
Sebenarnya etanol wujud bersekali dengan proses menghasilkan alkohol. Seperti dijelaskan di atas ada dua cara alkohol dihasilkan:
Penapaian atau Fementasi
Proses ini dihasilkan melalui tindakbalas sel yang dikenali sebagai yis (yeast fungi). Yis ini bertindak memecahkan gula yang terdapat dalam bahan perahan atau bijirin dan membebaskan karbon dioksuda dan alkohol atau etanol. Proses ini berterusan sehingga semua kandungan gula habis. Apabila kandungan alkohol bertambah, kadar metabolik yis akan menurun dan akhirnya mati pada kadar 14% alkohol. 14% ini dikenali sebagai undistilleg alcohol, alkohol yang tidak disuling. Seperti yang dijelaskan di atas, jika alkohol yang tidak disuling ini melalui proses penyulingan kadar alkoholnya akan meningkat antara 12% hingga ke 25%.
Proses Peretakan.
Peretakan merupakan cara terbaru menghasilkan alkohol daripada etena. Melalui cara ini alkohol boleh dihasilkan daripada bahan petroleum. Prosesnya ialah dengan cara memecahkan molekul minyak yang besar kepada molekul yang lebih kecil dengan tindakan haba dan tekanan yang tinggi serta bantuan dari bahan pemangkin. Apabila etena dan stim ditindakbalaskan pada suhu dan tekanan yang tinggi dengan bantuan bahan mangkin asid fosforik, etanol akan terbentuk. Etanol juga disebut ETON. Ia merupakan komponen terbesar dalam minuman keras selepas air. Minuman yang dihasilkan melalui proses penyulingan juga dikenali sebagai spirits atau liqur. Brandi, rum, vodka dan wiski adalah antara arak yang dihasilkan melalui sulingan.
Satu hakikat yang sangat penting diambil perhatian ialah; ada etanol yang dihasilkan melalui sumber petroleum, ia bukan arak. Etanol yang dihasilkan dari bahan petroleum tidak sama dengan etanol yang dihasilkan daripada perahan buahan, bijirin atau manisan. Etanol yang dihasilkan daripada petroleom bukan dihasilkan daripada bahan yang diharamkan syarak, iaitu arak atau alkohol. Perbezaan ini akan mempunyai impak yang besar terhadap hukum penggunaan etanol.
Apakah hukum penggunaan alkohol bukan arak yang melalui proses fermentasi dalam makanan? Fermentasi adalah proses pemecahan gula glukosa kepada alkohol (etanol) dan gas karbon dioksida. Proses ini berlaku tanpa kehadiran oksigen dan terjadi dengan bantuan bakteria dan yis. Fermentasi jenis ini dinamakan sebagai fermentasi beralkohol. Contohnya seperti cuka, tapai, roti, beer dan wain. Etanol wujud secara semulajadi dalam makanan yang melalui proses fermentasi. Walaubagaimanapun, terdapat penggunaan alkohol dalam makanan yang bertujuan untuk memberi rasa dan kriteria tertentu dan menjadikannya lebih berperisa. Contoh makanan yang ditambah alkohol (wine atau beer) bersamanya adalah seperti kek, coklat, sos dan sebagainya. Begitu juga penggunaan Rum dalam ais krim dan koktail. Perlu juga kita tahu adalah semua proses pemeraman akan melahirkan alkohol seperti kicap, sos, budu, jus, kordial termasuk buah kurma yang direndam juga mengandungi alkohol. Rasulullah s.a.w pernah melarang sahabat meminum air rendaman buah kurma yang melebihi 3 hari. Tetapi alkohol ini adalah bukan alkohol arak.
Lantaran itu, Muzakarah Majlis Fatwa Kebangsaan pada 11 dan 12 April 1984 telah memutuskan :
  1. Alkohol yang dibuat bukan melalui proses pembuatan arak hukumnya tidak najis tetapi haram diminum.
  2. Minuman ringan yang dibuat sama caranya dengan membuat arak sama ada mengandungi sedikit alkohol, atau alkoholnya disulingkan adalah haram diminum.
  3. Minuman ringan yang dibuat bukan untuk dijadikan arak atau yang mabuk dan tidak sama caranya dengan proses arak atau bukan yang mabuk dan tidak sama caranya dengan proses arak adalah halal.
  4. Tapai adalah halal
  5. Alkohol yang terjadi sampingan dalam proses pembuatan makanan tidak najis dan boleh dimakan.Ubat-ubatan dan pewangi yang ada kandungan alcohol adalah harus dan dimaafkan (kegunaan luar).


FATWA TERBARU
Berdasarkan taklimat, pembentangan dan penjelasan yang disampaikan oleh pakar-pakar daripada Institut Penyelidikan Produk Halal, Universiti Putra Malaysia serta dengan mengambilkira keputusan-keputusan yang telah diputuskan dalam Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama Islam Malaysia terdahulu, Muzakarah Khas Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama Islam Malaysia yang membincangkan isu alkohol dalam makanan, minuman, pewangi dan ubat-ubatan pada 14 hingga 16 Julai 2011 telah bersetuju memutuskan seperti berikut:
  1. Setiap minuman arak adalah mengandungi alkohol. Walaubagaimanapun bukan semua alkohol itu adalah arak. Alkohol yang diperolehi dari proses pembuatan arak, hukumnya haram dan najis.
  2. Manakala alkohol yang diperolehi bukan melalui proses pembuatan arak hukumnya tidak najis, tetapi haram (tidak boleh) diminum dalam bentuk aslinya kerana ia adalah racun dan boleh membunuh.
  3. Minuman ringan yang diproses/dibuat bukan dengan tujuan untuk menghasilkan arak dan mempunyaialkohol di bawah aras 1%v/v adalah harus (boleh) diminum.
  4. Manakala minuman ringan yang dibuat dengan niat dan cara yang sama seperti proses membuat arak, sama ada mengandungi banyak atau sedikit alkohol atau alkoholnya disuling adalah haram diminum.
  5. Makanan atau minuman yang mengandungi alkohol secara semulajadi seperti buah-buahan, kekacang atau bijirin serta perahannya, atau alkohol yang terkandung itu terjadi secara sampingan semasa proses pembuatan makanan atau minuman adalah tidak najis dan harus (boleh ) dimakan/diminum
  6. Makanan atau minuman yang mengandungi bahan perisa atau pewarna yang mengandungi alkohol untuktujuan penstabilan adalah harus (boleh) digunakan sekiranya alkohol itu bukan dihasilkan dari proses pembuatan arak dan kuantiti alkohol dalam produk akhir itu adalah tidak memabukkan dan kadar alkohol tidak melebihi 0.5%.
  7. Ubat-ubatan dan pewangi yang mengandungi alkohol sebagai bahan pelarut adalah tidak najis dandiharuskan sekiranya alkohol tersebut bukan diambil melalui proses pembuatan arak.
Mudah-mudahkan sedikit pencerahan ini dapat memberi panduan kepada semua. Semoga Allah memberi petunjuk dan melindungi kita dari perkara-perkara yang haram.
Sesungguhnya Allah maha mengetahui.